Selasa, 06 Agustus 2013

Cara Mendapatkan Dragon Di Dragon City

Dragon City... adalah sebuah kota diatas langit yang mana dihuni oleh beberapa naga yang di pelihara oleh kita. Disini kita bisa mengoleksi beberapa macam naga yang menarik. Dari beberapa elemen dasar naga seperti earth, water, fire, plant, electric, ice, metal, dark.


Lalu kita bisa mengawinkan beberapa naga-naga tersebut sesuka kita, karena disini tidak ada gender diantara naga tersebut. Yang nanti akan menghasilkan spesies naga baru.


Selain menata kota naga yang indah diatas langit, hal yang paling seru disini adalah kita bisa combat/battle naga yang kita punya dengan naga-naga yg lain yang ada di arena nanti (jika sudah mencapai level tertentu). Selain itu kita juga bisa battle dengan dragon-dragon pemain luar negeri, dan jika kita berhasil memenangkan beberapa pertadingan kita akan mendapatkan hadiah.


Tips mendapatkan gold/uang yang banyak di dragon city :
1. dengan recruit anggota di recruitment tavern
-kamu beli dulu bangunan yang bernama Recruitment Travern.

Build - Bulindings - Recruitment Travern.

-lalu klik. pilih recruit dan cari daftar temanmu yang bermain dragon city.. pilih minimal 3 teman untuk mengisi daftar-daftarnya.
-lalu tunggu sampai temanmu itu accept permintaan job tersebut. Setelah sudah keiisi semua ketiga permintaan job pilih hadiah dragon yang bernama medieval dragon. Karena itu dragon yang paling mahal untuk dijual
-lalu cek di storage kamu, dan jual telur/eggs medieval dragon tersebut, dan kamu akan mendapatkan 200rb gold..!!
jika kamu ingin mendapatkan gold/uang tersebut dengan cepat siapkan saja 3 buah akun facebook baru lalu kamu mainkan dragon city di masing2 fb tersebut. Kemudian kamu tinggal accept sendiri permintaan2 job tersebut dan kamu akan mendapatkan uang dengan cepat!!
2. dengan mengumpulkan habitat naga yang banyak menghasilkan uang
seperti fire habitat, water habitat atau bisa juga ice habitat. Jika sudah mencapai level 18++ kamu bisa menciptakan legendary dragon untuk mendapatkan uang yang jauh lebih banyak. 1 legendary dragon didalam habitatnya bisa menghasilkan maksimal 750k atau 750000. Wow!!
Chart serangan dan pertahanan masig-masing elemen dragon

Untuk tips battle/combat dragon kamu bisa lihat chart dibawah ini untuk mengetahui efektifitas dragon kita dari masing2 elemen untuk bertarung.

Combinasi dari elemen dragon berikut tidak bisa dikombinasikan :
·                Fire + Ice
·                Water + Dark
·                Plant + Electric
·                Electric + Ice
·                Ice + Dark
·                Dark + Water

Cara Mendapatkan Rare Dragon

Rare dragon adalah jebis dragon yang langka yg maan tidak mudah untuk didapatkan. Dragon ini diantarnya Gummy Dragon, Cool Fire Dragon, Soccer Dragon, Armadillo Dragon, Petroleum Dragon, Pirate Dragon, Poo Dragon. Untuk mendapatkan naga2 diatas kita bisa combine naga-naga berikut:

info : Rare dragon belum tentu bisa langsung didapat dengan 1x coba. Dan info ini didapat dari pengalaman saya sendiri. Jika kamu memahami game ini kamu sebenarnya juga bisa combine2 naga ini dengan kreativitasmu sendiri dan tidak harus persis seperti yg saya tulis dibawah

1.
 Gummy Dragon : 
Elemen : electric + plant
combination :
Firebird + Fluorescent
Firebird + Hot Metal
 
Dandelion + Laser (Kalo Yg Ini 100% Brasil)
CARA MENDAPATKAN DANDELION DRAGON DARI RECRUITMENT TRAVERN
Nahhh Di Situ KN Suruh Invite Teman  3 Orang
2.
 Cool Fire Dragon:
Elemen : Fire + Ice
combination :
Fluorescent + Firebird
Medieval + Dandelion
Medieval + Alpine

3.
 Armadillo Dragon
Elemen : Earth + Metal
combination :
Medieval + Flamming Rock (85% sukses)
Medieval + Alpine

Spesial Breed :
Medivel + Alpine =
 Armadillo, CoolFire, Soccer, Pearl, Flamming Rock

Dengan combine medieval + alpine kita bisa mendapatkan rare dragon dengan kemungkinan 60%.
Walaupun begitu tetap ada 40%nya tidak dapat rare dragon.

4.
 Soccer Dragon
elemen : ice + fire
combination :
moosey + laser
dandelion + laser(Kalo Ini Kemungkinan Kecil)
coolfire + laser

5.  Petroleum Dragon
elemen : water + dark
combination :
venom + water
MUD + Dark
 
 
 

Rare Dragon yg lain silakan dicoba sendiri menurut kreativitas kamu :D

Untuk mendapatkan
 Legendary dragon (legend, mirror, crystal, atau wind dragon) kamu hanya perlu breed rare dragon seperti diatas.

CARANYA DAPET LEGENDARY DRAGON = Cool Fire + Gummy
Kalau Belum Dapet Juga Dibalik Aja
CARANYA DAPET CRYSTAL DRAGON = Cool Fire + SOCCER
CARANYA DAPET WIND DRAGON = Petroleum + Armadillo


Kalau Waktu Hats'a 2 Days / 2 Hari
Brarti Bener Gann
 



Sedang untuk mendapat Pure Dragon kamu hanya perlu breed macam dari legendary dragon. INGAT!! untuk mendapatkan pure dragon tidaklah mudah kemungkinan berhasil sedikit dan kemungkinannya lebih kecil daripada mendapatkan legedary dragon, jadi jangan protes kalau sudah sampai 3 atau 5x tidak berhasil untuk mendapatkannya. Coba dan terus mencobaaa.. Jika tidak dapat2 tinggalkan gamenya..!! hehehee..
Tips mendapatkan banyak GEMS
Menurut pengalaman saya pribadi, Inilah yang saya lakukan untuk mendapat banyak gems, yang saat ini gems saya bisa mencapai  80an. Kamu  pun bisa mendapatkannya lebih dari itu. Tapi saya sekarang sudah tidak main lagi sih (bosen) hehe...
1. melalui combat arena - 2 gems_dari 1 pertandingan (dapat dimainkn kembali setelah 12 jam)
2. melalui combat world - 3 gems_dari 7 pertandingan (dapat dimainkan kembali setelah 6 jam)
diusahakan saat combat bisa menang, dan ciptakan naga terkuat kalian. Untuk strateginya bisa lihat chart serangan pertahanan elemen dragon yg ada diatas. 
3. melalui daily rewards / bonus harian.  Kalau tidak salah kita bisa mendapatkannya pada hari ke 5 kita main.
4. yang ke-4 ini tidak terlalu diprioritaskan, yaitu mendapatkan gems dari mengumpulkan jenis-jenis dragon yang ada di dragon book. Jumlah gems yg didapat berbeda-beda setiap halaman buku.
5. yang ke-5 juga tidak begitu diprioritaskan, yaitu mendapatkan gems saat kita naik level. Setiap naik level kita dapat 1 gems


Cerita Barat

Kisah Taubat Seorang Peragawati dari Negeri Barat

Febian, seorang  model busana dari Perancis. Ia seorang pemudi yang berusia dua puluh delapan tahun. Saat ia tenggelam dalam ketenaran dan hangar bingarnya duniawi, hidayah Allah menghampirinya. Sehingga ia menarik diri dan meninggalka dunianya yang gelap itu. Lalu pergilah ke Afghanistan, untuk bekerja pada camp perawatan para mujahidin Afghan yang terluka, di tengah-tengah kondisi yang keras dan hidup yang sulit!

Febian berkata,
“Seandainya, jika bukan karena karunia Allah dan kasih sayang-Nya kepadaku, niscaya hidupku akan hilang di dalam dunia. Banyak manusia yang mengalami kemunduran seakan mereka adalah binatang, semua keinginannya hanyalah untuk memuaskan hawa nafsu dan tabiatnya yang tidak berharga”.
Kemudian ia menceritakan kisahnya, sebagai berikut,
“Sejak masa kecil, aku selalu bermimpi ingin menjadi perawat yang baik. Bekerja untuk meringankan beban penderitaan pada anak-anak kecil yang sakit. Seiring dengan berjalannya waktu, aku mencapai dewasa.
Mulailah aku merawat kecantikan wajah dan postur tubuhku yang bagus. Semua teman-temanku memberikan dorongan –termasuk keluargaku- agar meninggalkan impian masa kecilku, dan memanfaatkan kecantikan wajahku dalam pekerjaan yang dapat mendatangkan keuntungan materi yang banyak, ketenaran dan gemerlapnya dunia, serta impian apa saja yang menyenangkan, bahkan sekalipun hal-hal yang mustahil diraih.
Jalan untuk menuju itu terasa mudah. Atau memang seperti itulah yang nampak bagiku. Sehingga dengan cepat aku menjadi orang yang terkenal.
Berbagai macam hadiah yang mahal dan belum pernah aku membayangkannya berdatangan silih berganti membanjiri tempatku.
Akan tetapi semua itu harus aku bayar dengan harga yang sangat mahal…..
Untuk mendapatkan itu, aku harus bisa melepaskan diri dari fitrafku sebagai manusia. Syarat kesuksesan dan keberhasilanku itu, harus menghilangkan rasa malu yang selama ini melekat dalam diriku. Menghilangkan kecerdasanku, aku enggan belajar apapun kecuali gerakan-gerakan tubuhku dan alunan musik. Selain itu, aku juga harus mengharamkan bagi diriku segala makanan lezat , mengkosumsi berbagai multivitamin kimiawi. Obat penambah tenaga dan obat penumbuh semangat. Sebelum itu semua, aku harus menghilangkan naluriku sebagai manusia.
Aku tidak memiliki benci…., tidak memiliki rasa …, tidak memiliki rasa untuk menolak segala sesuatu.
Sungguh! Rumah-rumah model busana itu telah menjadikan diriku seperti patung yang bergerak. Tujuannya hanyalah menyia-nyiakan hati dan akal. Aku dididik menjadi manusia yang dingin, keras, angkuh, hatiku kering. Diriku hanyalah seakan kerangka (badan) yang mengenakan pakaian. Aku menjadi benda mati yang bergerak: tersenyum namun tidak merasa.
Fenomena itu bukan aku saja yang mengalami, bahkan setiap kali seorang peragawati sukses dalam melepaskan dirinya dari sifat kemanusiaannya, nilainya akan bertambah dalam dunia yang dingin, angkuh dan sombong itu. Jika mereka tidak mengikuti pelajaran-pelajaran dalam busana model itu, dirinya pasti dihadapkan dengan berbagai bentuk siksaan jiwa, dan juga jasmani…!
Aku telah berkeliling ke seluruh penjuru dunia sebagai peragawati. Rancangan model busana terbaru dengan semua apa yang ada di dalamnya: tabarruj (berhias ala jahiliyah, mempertontonkan aurat dan sejenisnya), dan tipuan, mengikuti kehendak-kehendak setan serta menampakkan hal-hal yang menarik dalam diri wanita tanpa rasa gelisah atau malu.”
Febian melanjutkan ceritanya, dan berkata,
“Selama itu, aku tidak pernah merasakan keindahan model pakaian yang terbalut di atas badanku yang kosong, -kecuali udara dan kerasnya hati-. Pada saat itu aku merasakan pandangan mereka yang merendahkan terhadap diriku sebagai manusia. Mereka hanya menghargai terhadap apa yang aku kenakan dan gerakan tubuhku. Setiap aku bergerak dan berlenggok, mereka selalu berkata,“Seandainya.” Setelah masuk Islam, aku baru tahu bahwa kalimat ‘seandainya’ hanyalah membuka pintu perbuatan setan. Sungguh, hal itu adalah benar, karena kami telah hidup di alam kehinaan dengan segala dimensinya.
Celakalah, bagi orang yang mengalaminya dan berusaha cukup dengan pekerjaannya saja”.
Mengenai perubahan Febian yang drastis, dari kehidupan berfoya-foya dan sia-sia menuju kehidupan yang lain (berkah), dia berkata,
“Saat itu, kami sedang dalam perjalanan di Beirut yang hancur. Di tengah kehidupan yang carut marut itu, aku melihat banyak orang sedang membangun hotel-hotel berbintang dan rumah-rumah yang megah. Kemudian aku melihat sebuah rumah sakit anak-anak di Beirut. Aku tidak sendirian, ada beberapa teman wanitaku dari patung-patung manusia. Mereka cukup melihat tanpa ada rasa peduli, seperti kebiasaanya.
Tetapi dalam masalah ini, aku tidak bisa sama dengan mereka.
Sungguh- melihat kenyataan itu, pada deti itu pula, terasa hilang kepopuleran, kemuliaan dan kehidupanku yang palsu. Lalu aku menuju anak-anak kecil yang sakit, berusaha menyelamatkan mereka yang masih hidup. Aku tidak kembali kepada teman-temanku di hotel, padahal disana kamera sedang menantiku.
Setelah hari itu, mulailah perjalananku dengan membawa misi kemanusiaan, hingga aku menemukan jalan menuju cahaya hidayah, yaitu Islam. Aku tinggalkan kota Beirut, lalu aku pergi ke Pakistan. Saat di perbatasan Afghanistan, sungguh aku merasakan hidup yang sebenarnya, aku belajar bagaimana menjadi manusia.
Selama delapan bulan aku di sana, membantu keluarga yang kesusahan karena . Aku merasa hidup bahagia bersama mereka. Mereka memperlakukan aku dengan baik. Sejak aku memeluk Islam, kebahagiaanku semakin bertambah. Aku rela ia sebagai agama dan undang-undang dan sistem kehidupanku. Dan, aku juga rela hidup bersama keluarga wanita Afghanistan dan Pakistan, dan cara mereka yang religius dalam kehidupan mereka sehari-hari.
Kemudian aku mulai belajar bahasa Arab, yaitu bahasa Alquran. Dalam hal ini, aku telah berhasil mendapatkan kemajuan yang berarti, padahal dahulu aku adalah seorang peragawati.
Dengan ilmu itu, kehidupanku sejalan dengan landasan-landasan Islam dan kerohaniannya”.
Kemudian, Febian menuturkan respon negatif dari rumah-rumah busana model dunia itu, setelah ia mendapatkan hidayah. Mereka berusaha dengan berbagai upaya menghalanginya dengan tekanan-tekanan materi secara intensif.
Mereka mengirim barang-barang berharga yang berlipat ganda melebihi dari gajinya setiap bulan, bahkan hingga tiga kali lipat. Mereka selalu mengirimkan berbagai macam hadiah yang mahal kepadanya, agar dia kembali kepada kehidupan semula dan keluar dari Islam.
Namun dia selalu menolaknya.
Dia melanjutkan dengan ceritanya,
“Akhirnya mereka berhenti membujukku. Tetapi mereka terus berusaha untuk membuat jelek diriku didepan keluarga wanita Afghanistan. Mereka melakukan itu dengan menyebarkan sampul-sampul majalah yang bergambar diriku saat pekerjaanku masih menjadi peragawati. Mereka menggantungkannya di jalanan, seakan-akan mereka merasa tersiksa dengan taubatku. Itu mereka lakukan agar terjadi fitnah antara aku dan keluargaku yang baru, tetapi keinginan mereka itu sia-sia,Alhamdulillah.”
Febian memandang tangannya dan berkata,
“Aku tidak pernah menyangka, tanganku yang selama ini selalu ku jaga kehalusannya, aku gunakan untuk pekerjaan yang sulit ini di tengah-tengah gunung. Tetapi kesulitan ini menmbah kesucian tanganku, dan insya Allah akan ada balasan yang baik disisi Allah subhanahu wata’alaInsya Allah.”

Cerita rakyat Bali

ASAL MULA SELAT BALI
Pada jaman dulu di kerajaan Daha hiduplah seorang Brahmana yang benama Sidi Mantra yang sangat terkenal kesaktiannya. Sanghyang Widya atau Batara Guru menghadiahinya harta benda dan seorang istri yang cantik. Sesudah bertahun-tahun kawin, mereka mendapat seorang anak yang mereka namai Manik Angkeran. 
Meskipun Manik Angkeran seorang pemuda yang gagah dan pandai namun dia mempunyai sifat yang kurang baik, yaitu suka berjudi. Dia sering kalah sehingga dia terpaksa mempertaruhkan harta kekayaan orang tuanya, malahan berhutang pada orang lain. Karena tidak dapat membayar hutang, Manik Angkeran meminta bantuan ayahnya untuk berbuat sesuatu. Sidi Mantra berpuasa dan berdoa untuk memohon pertolongan dewa-dewa. Tiba-tiba dia mendengar suara, "Hai, Sidi Mantra, di kawah Gunung Agung ada harta karun yang dijaga seekor naga yang bernarna Naga Besukih. Pergilah ke sana dan mintalah supaya dia mau mernberi sedikit hartanya."

Sidi Mantra pergi ke Gunung Agung dengan mengatasi segala rintangan. Sesampainya di tepi kawah Gunung Agung, dia duduk bersila. Sambil membunyikan genta dia membaca mantra dan memanggil nama Naga Besukih. Tidak lama kernudian sang Naga keluar. Setelah mendengar maksud kedatangan Sidi Mantra, Naga Besukih menggeliat dan dari sisiknya keluar emas dan intan. Setelah mengucapkan terima kasih, Sidi Mantra mohon diri. Semua harta benda yang didapatnya diberikan kepada Manik Angkeran dengan harapan dia tidak akan berjudi lagi. Tentu saja tidak lama  kemudian, harta itu habis untuk taruhan. Manik Angkeran sekali lagi minta bantuan ayahnya. Tentu saja Sidi Mantra menolak untuk membantu anakya.

Manik Angkeran mendengar dari temannya bahwa harta itu didapat dari Gunung Agung. Manik Angkeran tahu untuk sampai ke sana dia harus membaca mantra tetapi dia tidak pernah belajar mengenai doa dan mantra. Jadi, dia hanya membawa genta yang dicuri dari ayahnya waktu ayahnya tidur.

Setelah sampai di kawah Gunung Agung, Manik Angkeran membunyikan gentanya. Bukan main takutnya ia waktu ia melihat Naga Besukih. Setelah Naga mendengar maksud kedatangan Manik Angkeran, dia berkata, "Akan kuberikan harta yang kau minta, tetapi kamu harus berjanji untuk mengubah kelakuanmu. Jangan berjudi lagi. Ingatlah akan hukum karma."

Manik Angkeran terpesona melihat emas, intan, dan permata di hadapannya. Tiba-tiba ada niat jahat yang timbul dalam hatinya. Karena ingin mendapat harta lebih banyak, dengan secepat kilat dipotongnya ekor Naga Besukih ketika Naga beputar kembali ke sarangnya. Manik Angkeran segera melarikan diri dan tidak terkejar oleh Naga. Tetapi karena kesaktian Naga itu, Manik Angkeran terbakar menjadi abu sewaktu jejaknya dijilat sang Naga.

Mendengar kernatian anaknya, kesedihan hati Sidi Mantra tidak terkatakan. Segera dia mengunjungi Naga Besukih dan memohon supaya anaknya dihidupkan kembali. Naga menyanggupinya asal ekornya dapat kembali seperti sediakala. Dengan kesaktiannya, Sidi Mantra dapat memulihkan ekor Naga. Setelah Manik Angkeran dihidupkan, dia minta maaf dan berjanji akan menjadi orang baik. Sidi Mantra tahu bahwa anaknya sudah bertobat tetapi dia juga mengerti bahwa mereka tidak lagi dapat hidup bersama.

"Kamu harus mulai hidup baru tetapi tidak di sini," katanya. Dalam sekejap mata dia lenyap. Di tempat dia berdiri timbul sebuah sumber air yang makin lama makin besar sehingga menjadi laut. Dengan tongkatnya, Sidi Mantra membuat garis yang mernisahkan dia dengan anaknya. Sekarang tempat itu  menjadi selat Bali yang memisahkan pulau Jawa dengan pulau Bali.

Cerita mistis

Cerita mistis menjelang pemakaman Soeharto


Astana Giribangun merupakan makam keturunan Kerajaan Mangkunegaran. Ternyata makam itu memiliki daya mistis dalam sejarah perjalananya. Muncul mitos bahwa makam tersebut merupakan tempat sakral dan tidak bisa diperlakukan sembarangan.

Posisi dan keberadaan Astana Panagdegan di atas Astana Giribangun di lereng barat Gunung Lawu tepatnya terletak di Desa Karang Bangun, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Sebagai leluhur di atasnya melindungi atau orang Jawa menyebutnya "hamemayungi" menjadi payung keberadaan makam anak cucunya.

Beberapa kejadian dan fenomena mistis membuktikan keberadaan Astana Mangadeg, komplek pemakaman para penguasa Istana Mangkunegaran, salah satu pecahan dinasti Mataram. Makam itu merupakan Raja Mangkunegoro III (sebutan jawa; Mangkunegoro III) keturunan Raja Mataram Panembahan Senopati selalu melindungi dan merestui makam anak cucu di bawahnya.

Salah satu yang dimakamkan disini adalah Kanjeng Pangeran Adi Pati arya Sri Mangkunegara I. Pangeran Adi terkenal dengan sebutan Pangeran Samber Nyowo. Tokoh kesohor raja Mangkunegaran dikenal sakti mandraguna dan selalu menjadi rujukan raja-raja Mataraman baik Surakartan (Solo) dan Ngayogyokarto Hadiningrat (Yogya).

Kejadian-kejadian mistis itu seolah-olah kedua raja dan sesepuh Mangkunegaran yang dimakamkan di sini di antaranya Kanjeng Pangeran Adi Pati Arya Sri Mangkunegara I, atau disebut Pangeran Samber Nyowo memberikan restu maupun memberikan perlindungan pada saat-saat tertentu dari kejahatan atau perbuatan tangan-tangan jahil.

Beberapa peristiwa dan fenomena mistis aneh terjadi di antaranya saat makam Presiden Kedua Indonesia, HM Soeharto digali.  Suasana pemakaman Soeharto di Astana Giribangun kala itu sedang redup, tak ada awan. Hanya angin yang berhembus pelan saat itu.

Soeharto dimakamkan pada Minggu Wage, 27 Januari 2008 setelah Azan Asar sekitar pukul 15.30 WIB. Keluarga besar Soeharto dan sejumlah tokoh ternama baik dari dalam maupun luar negeri.
Sebelum penggalian, keluarga besar Soeharto melakukan upacara Bedah Bumi. Tujuannya adalah agar penggalian dapat berjalan lancar dan selamat. Upacara tersebut dipimpin oleh Begug Purnomosidi mantan Bupati Wonogiri.

Upacara dimulai dengan menancapkan linggis ke tanah pemakaman sebanyak tiga kali. Yang pertama, tidak terjadi apapun dan begitu pula dengan yang kedua. Namun, kejadian yang membuat merinding bulu kuduk terjadi saat linggis mengoyak tanah untuk kali ketiganya.

“Tiba-tiba, duar! Terdengar suara ledakan yang sangat keras bergema di atas kepala kami,” kata juru kunci makam keluarga Soeharto di Astana Giribangun Soekirno.

Para penggali makam dan orang-orang di sekitarnya sontak kaget mendengar ledakan itu. Mereka saling berpandangan. Bingung. Mencoba mereka-reka dan mencari-cari dari mana asal suara menggelegar itu.

“Bukan bunyi petir, lebih mirip suara bom besar meledak di atas cungkup Astana Giribangun,” kata Sukirno.

Anehnya, tak ada yang porak poranda. Tak ada benda yang bergeser karena suara ledakan itu. Terbesit di pikiran, mungkin itu suara ghaib. Semua yang ada di tempat itu terdiam, terpaku. Lalu, suara Begug Purnomo Sidi memecah keheningan.

“Bumi mengisyaratkan penerimaan terhadap jenazah beliau,” tutur Sukirno, menirukan kalimat Bupati Wonogiri.

Tidak hanya itu yang dialami sang juru kunci Astanagiribangun Sukirno. Beberapa bulan sebelum kematian Soeharto, terjadi longsor mendadak di bawah Perbukitan Astana Giribangun.

Selain pengalaman menggali makam Soeharto, pria kelahiran Karanganyar tahun 1953 itu juga masih ingat ketegangan terjadi di Astana Giribangun, tahun 1998, saat kekuasaan Soeharto berakhir. Masa di mana-mana menghujat dan ingin mengadili Soeharto beserta keluarganya.

Terjadi pula perebutan tanah-tanah serta pengerusakan aset negara yang saat itu dikuasai Soeharto di beberapa daerah. Hingga merembet ada kabar, makam keluarga Soeharto itu bakal diserang dan akan dirusak oleh ribuan masa.
“Bersama warga saya memasang drum-drum di tengah jalan. Di depan pertigaan di depan SD Ibu Tien yang terletak di tanjakan menjelang Astana. Kami memalang puluhan batang bambu ori berduri. Siapa yang melintas dengan berjalan kaki sekalipun, tak bakal gampang menembusnya,” tutur Sukirno.

Malam-malam pun terasa panjang. Orang-orang kampung dan desa secara bersama-sama dengan pengurus dan berjaga di sekitar makam. Dari pesawat komunikasi HT terdengar sandi, misalnya 1.000 “kuda lumping” yang artinya ada seribu pengedara sepeda motor menuju dan bergerak mengarah ke Astana. Atau lima ratus “gerobak” atau 500 pengendara mobil juga.

“Anehnya tak pernah sekalipun mereka hendak melempari Astana dan merusak bangunan makam di sini benar-benar tiba,” kata Sukirno.

Sukirno berkeyakinan arwah para leluhur raja Mangkunegaran datang dan melindungi sebab arwah leluhur bagi orang Jawa diyakini masih bersemayam dan jika dalam situasi darurat akan muncul dan melakukan perlindungan.

Apalagi leluhur mereka yaitu Kanjeng Pangeran Adi Pati arya Sri Mangkunegara I, yang terkenal dengan sebutan Pangeran Samber Nyowo atau Aji Panglimunanya.

Cerita legenda rakyat Indonesia

Batu Golog


Pada jaman dahulu di daerah Padamara dekat Sungai Sawing di Nusa Tenggara Barat hiduplah sebuah keluarga miskin. Sang istri bernama Inaq Lembain dan sang suami bernama Amaq Lembain
Mata pencaharian mereka adalah buruh tani. Setiap hari mereka berjalan kedesa desa menawarkan tenaganya untuk menumbuk padi.
Kalau Inaq Lembain menumbuk padi maka kedua anaknya menyertai pula. Pada suatu hari, ia sedang asyik menumbuk padi. Kedua anaknya ditaruhnya diatas sebuah batu ceper didekat tempat ia bekerja.
Anehnya, ketika Inaq mulai menumbuk, batu tempat mereka duduk makin lama makin menaik. Merasa seperti diangkat, maka anaknya yang sulung mulai memanggil ibunya: “Ibu batu ini makin tinggi.” Namun sayangnya Inaq Lembain sedang sibuk bekerja. Dijawabnya, “Anakku tunggulah sebentar, Ibu baru saja menumbuk.”
Begitulah yang terjadi secara berulang-ulang. Batu ceper itu makin lama makin meninggi hingga melebihi pohon kelapa. Kedua anak itu kemudian berteriak sejadi-jadinya. Namun, Inaq Lembain tetap sibuk menumbuk dan menampi beras. Suara anak-anak itu makin lama makin sayup. Akhirnya suara itu sudah tidak terdengar lagi.
Batu Goloq itu makin lama makin tinggi. Hingga membawa kedua anak itu mencapai awan. Mereka menangis sejadi-jadinya. Baru saat itu Inaq Lembain tersadar, bahwa kedua anaknya sudah tidak ada. Mereka dibawa naik oleh Batu Goloq.
Inaq Lembain menangis tersedu-sedu. Ia kemudian berdoa agar dapat mengambil anaknya. Syahdan doa itu terjawab. Ia diberi kekuatan gaib. dengan sabuknya ia akan dapat memenggal Batu Goloq itu. Ajaib, dengan menebaskan sabuknya batu itu terpenggal menjadi tiga bagian. Bagian pertama jatuh di suatu tempat yang kemudian diberi nama Desa Gembong olrh karena menyebabkan tanah di sana bergetar. Bagian ke dua jatuh di tempat yang diberi nama Dasan Batu oleh karena ada orang yang menyaksikan jatuhnya penggalan batu ini. Dan potongan terakhir jatuh di suatu tempat yang menimbulkan suara gemuruh. Sehingga tempat itu diberi nama Montong Teker.
Sedangkan kedua anak itu tidak jatuh ke bumi. Mereka telah berubah menjadi dua ekor burung. Anak sulung berubah menjadi burung Kekuwo dan adiknya berubah menjadi burung Kelik. Oleh karena keduanya berasal dari manusia maka kedua burung itu tidak mampu mengerami telurnya.

Cerita bahasa Batak

Jago Mangogapi

Adongma 2 halak supir ni motor angkutan, martokkar ma halaki di dalan songononma hatana;
“Aha do maksudmu lae?”, ninna Supir A (poso, sekitar 30 tahunan) manjonok tu angkot ni si B (setengah baya, sekitar 45an tahun).
Di alusi supir b “Ho do aha maksudmu lae? Ndang tabo cara muna i nangkanin”.
Ro Supir A, ninna “Cara muna do na so tabo. Ndang adong dikalekson hamu hami tanda naeng lewat hamu”.
Supir B: “Ho do na hurang ajar lae, sae dipepet hamu hami tu kiri, na naeng pamatehon hami do hamu? Di kiri nami i jurang. Dungi hamu ndang adong mangkalekson.

Supir si A. Ahu do, hurang ajar”. huhut lam emosi, “Akh, heang, molo naeng maen eta. Eta annon manang didia, Dokma”.
Supir B turun si angkotna, “Bah, saonnari ma eta. Dirippu ho do mabiar ahu”.Ahu sebagai penumpang di angkot ni si B na hundul di jolo alias ACC merasa ingkon saut do na dua halak on main).
Supir A manjawab, “Par Siantar on do ahu, awas ho annon di huta nami an”.
supir B “Bah, dirippu ho holan ho par Siantar, molo naeng main, eta saonnari, unang pola paente annon. Suara na lam karas, bohi na marmerah manahan muruk na. Sementara Supir A lao tu mobil na sambil mandok, “Awas ho da!”.

Intor mengkel do ahu di bagasan rohaku mangida kejadian i. Memang ma, angka na jago mangogapi do tahe angka jolma on. Tingki naeng ditopari, intor langsung mangalului alasan, manang langsung lao sambil mandok, “Awas ho da!”.

Gabe taringot ahu tu cerita tentang halak Batak mangogapi halak par huta na asing di Jakarta. Didok na, “Kalau kau tak senang, ayok kita main nanti di pasar”. Dijawab alona i, “Sekarang aja kita main di sini, biar kubantai kau di sini”. Balos ni kedan halak Batak i, “Khan sudah saya bilang nanti”, las mangiccir ma bao i mulak tu jabu na.

Tarimangi ma angka ogap-ogap di ngolunta on. Sai na adong do i, alai tergantung hita ma songon dia menyikapi na, manang, molo diboto hamu teknik dohot cara mangogapi na mantap, attar-attar share hamu jo bah di halaman komen.

Mauliate!!!

Cerita bahasa Jawa

MISTERI GUNUNG BROMO

Jaman bien nalika Dewa-Dewa esih seneng mudun marang dunia saka kayangan, nalika kui kerajaan Majapait lagi kena serangan saka daerah-daerah. Wargane pada bingung golet panggonan kanggo ngungsi, pada wae karo para Dewa. Wektu kui Dewa mulai lunga marang sawijining panggonan, nang sekitare Gunung Bromo.
Gunung Bromo esih tenang, ngadek dislimuti kabut putih. Dewa-dewa sing teka marang panggonan kui ing sekitare Gunung Bromo, semayam ing lereng Gunung Pananjakan. ing panggona kui bisa weruh Srengenge munggah seka wetan lan Srengenge sirep seka kulon. Sekitare Gunung Pananjakan, panggonan Dewa-Dewa semayam, ana uga panggona kanggo pertapa. Pertapa kui mau saben dina pahalane megur muja lan ngening cipta. Sawijine dina sing mbahagiakake, bojo kui lairake anak lanang. Raine ganteng, cahyane terang. Mertandakake anak sing lair saka titisane jiwa sing suci. Wiwit lair anak kui keton sehat lan kuat sing luar biasa. Wiwit lair, anak Pertapa kui wis bisa ngetokake suara seru. Gegeman tangane seret banget, tendangan sikile uga kuat. Ora kaya anak lia umume, bayi kui diarani Joko Seger, sing artine sing sehat lan kuat.

Ing panggonan lia sekitare Gunung Pananjakan, wektu kui ana anak wadon lair saka titisan Dewa. Raine ayu lan elok. Siji-sijine anak sing paling ayu dewek ing panggonan kui. Wiwit dilairake, udu umume bayi lair, meneng ora nangis wektu
dilairake seka rahim beyunge. Merga kui, wongtuane ngarani bayi iku Rara Anteng.

Rara Anteng sengsaya dina sengsaya dadi anak remaja sing ayu. Garis-garis ayune metu jelas saka raine. Rara Anteng terkenal tekan daerah-daerah. Akeh putera raja pada nglamar Rara Anteng, nanging ditolak, amarga Rara Anteng wis kepincut karo Joko seger. Sawijining dina Rara anteng dilamar Bajak sing sekti lan kuat. bajak kui terkenal jahat banget. Rara Anteng terkenal alus atine ora wani nolak pelamar sekti kui. Merga kui Rara anteng njaluk supaya di gawekna segara ing tengah-tengahing gunung. Dikira penjalukan sing aneh supaya pelamar sekti mau ora bisa nyanggupi. Segara kui mau kudu di gawe ing sewengi, yaiku diwiwiti srengenge sirep tekane srengenge munggah. Disanggupi penjalukan Rara Anteng kui.

Bajak sekti mau mulai gawe segara nganggo batok saka krambil lan meh rampung. Weruh kenyataan sing kaya kui, atine Rara Anteng gelisah ora tenang. Kepriwe carane gagalaken lautan sing agi di gawe Bajak kui? Rara Anteng mikir nasibe, Rara Anteng ora bisa urip karo wong sing ora disenengi. Banjur Rara Anteng golet cara supaya bisa gagalaken usahane Bajak mau. Banjur Rara bisa nemu cara yaiku nutu pari ing tengah wengi. alon-alon suara alu nangekake jago sing pada turu. Kluruk jago saut-sautan, kaya fajar wis metu, nanging wargane durung nglakoni kegiatan esuk. Bajak rungu jago kluruk, nanging benang putih saka wetan urung metu. Berati fajar teka urung wektune. Mikir nasib siale, banjur batok sing dinggo kanggo gawe lautan mau di buang, gigal tengkurep nang jejere Gunung Bromo lan malih dadi gunung diarani gunung Batok.

Gagale Bajak gawe laut ing tengah-tengah gunung Bromo, ati Rara Anteng seneng banget. Rara Anteng nerusake hubungane karo Joko seger. Banjur Rara Anteng lan Joko Seger dadi pasangan sing bagya,amarga lorone pada senenge. Pasangan Rara Anteng lan Joko Seger gawe panggonan lan mimpin ing kawasan Tengger utawa Purbawasesa Mangkurat Ing Tengger, sing aweh pengerti "Panguasane

Tengger sing Budiman". Aran Tengger di jimot saka akhire suku kata aran Rara Anteng lan Joko Seger. Tengger uga nduweni makna Tenggering Budi Luhur utawa menehi ngerti babagan moral sing duwur, simbul ketenangan sing abadi. Saka wektu meng wektu warga Tengger urip makmur lan dame, nanging panguasa ora ngrasa bagya. amarga wis suwe mbina umah tangga urung nduweni momongan. Banjur nduweni keputusan munggah meng pusuke gunung Bromo kanggo semedi nggudi percaya karo sing Kuasa supaya diwei momongan.

Ijig-ijig ana suara gaib sing ngomong semedine arep dikabulaken nanging kanggo syarat wis olih momongan, anak sing bungsu kudu dikorbanaken meng kawah gunung Bromo. Pasangan Rara Anteng lan Joko Seger nyanggupi banjur olih momongan 25 anak
lanang wadon, nanging naluri wong tua tetep ora tega enggane kelangan anakae. Carane Rara anteng lan Joko Seger ngingkari janjine, Dewa murka lan ngancem arep gawe malapetaka, banjur langit dadi peteng kawah gunung Bromo nyemburake geni.

Kesuma anak bungsune ilang nang geni lan mlebu meng kawah Bromo, banjur ana suara gaib :"Sedulur-sedulurku sing aku tresnani, aku wis dikorbanaken meng wong tuane dewek lan Hyang Widi nyelametake koe pada. Urip sing dame lan tentrem,
sembahen Hyang Widi. Aku elingaken supayane aben wulan Kasada ing dina ke-14 nganakake sesajen kanggo Hyang Widi ing kawah Bromo.

Upacara rutin kui dilakoni turun temurun marang warga Tengger lan aben taune dianakake upacara Kasada ing Poten lautan pasir lan kawah gunung
Bromo.